Jangan Ngaku Pecinta Budaya jika Belum ke Candi Kalasan

Jangan Ngaku Pecinta Budaya jika Belum ke Candi Kalasan

Category : Wisata Kota Jogja

Anda suka jalan-jalan sambil belajar sejarah? Yogjakarta adalah tempat yang patut Anda kunjungi. Di Jogjakarta berwisata sambil belajar sejarah sangat mungkin dilakukan karena Jogjakarta banyak terdapat candi-candi terkenal yang menyimpan sejarah kebudayaan masing-masing. Nah, jika Anda sudah pernah ke Candi Prambanan atau Borobudur, Anda bisa mengunjungi candi lain yang tidak kalah menariknya, yaitu Candi Kalasan.

Lokasi dan Sejarah

Jika menilik lokasi Candi Kalasan sebenarnya sangat strategis. Candi Kalasan berletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogjakarta. Lokasinya lebih kurang sekitar 16 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta. Sejarah dibangunnya Candi Kalasan sendiri bermula untuk dipersembahkan kepada Dewi Tirta kepercayaan agama Buddha. Maka ada sebagian masyarakat yang menjuluki Candi Kalasan dengan sebutan Candi Tirta.

Candi Kalasan diklaim sebagai candi Buddha tertua di Jogjakarta. Jika Anda berwisata di tempat ini, Anda akan menemukan prasasti Kalasan yang terdapat di sekitar candi. Di prasasti tersebut ditulis tanggal pembuatan yaitu di tahun Saka 700 atau 778 Masehi. Prasasti ini memberi informasi awal mulanya pembangunan candi dan ditulis dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Candi Kalasan sendiri di bangun oleh saran dari penasehat agama dari Rakai Panangkaran. Candi Kalasan sebenarnya bercorak unik karena merupakan perpaduan corak Hindu dan Buddha. Hal itu terjadi, karena Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu menikah dengan Dyah Pramodya Wardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Karena itulah corak dari Candi Kalasan memiliki corak Hindu dan Buddha.

Spot Menarik di Candi Kalasan

Inilah spot menarik yang ada di Candi Kalasan, antara lain:

Arsitektur yang Menarik

Bangunan utama Candi Kalasan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran lebih kurang 45 x 30 meter. Bangunan ini terdiri dari beberapa bilik yang menonjol keluar. Untuk tinggi candinya diperkirakan sekitar 34 meter di atas permukaan tanah dan berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah. Di Candi Kalasan mempunyai alas yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 x 45 meter.

Ada yang unik dari setiap sisi bujur sangkar yang mempunyai tangga ke atas dengan yaitu terdapat 4 pintu namun hanya pintu sisi timur dan barat yang mempunyai tangga. Si pintu yang mempunyai tangga inilah terdapat hiasan 2 kepala yang terdapat di masing-masing kaki tangga. Akan tetapi, jika Anda ingin melihat ruang utama yaitu di tengah candi Anda hanya bisa melewati pintu sisi bagian timur.

Selain bentuk utama cantik di sepanjang mata memandang candi ini juga di hiasi dengan banyak relief yang bermotif daun Kalpataru. Pada bagian lantai terpasang dari susunan batu yang tipis dan halus dengan bentuk berlekuk-lekuk. Sangat unik bukan.

Ada Relung di Sepanjang Dinding Candi untuk Arca

Jika dilihat dari bentuk dan tempatnya memang Candi Kalasan tidak sebesar candi terkenal lainnya. Akan tetapi, juga tidak kalah menawan karena ciri khasnya. Candi Kalasan mempunyai beberapa relung yang diperuntukkan untuk arca-arca. Namun, tidak semua arca berada di relung-elung tersebut. entah karena terjadi pemugaran atau memang sengaja ditempatkan seperti itu. Patung Dewi Tirta terdapat di bagian inti Candi Kalasan sekarang hanya terdapat susunan batu bertingkatnya saja sebagai alas meletakkan patung Dewi Tirta.

Altar Pemujaan

Altar Pemujaan untuk Dewi Tirta terdapat sebelah didinding bagian barat. Patung yang terbuat dari perunggu itu menempel pada dinding dan bagian belakangnya terdapat susunan batu dan semacam altar yang diyakini untuk pemujaan Dewi Tirta. Arca dengan ornamen Manusia Buddha terlihat pada tingkat pertama, sedangkan arca Dhayani Buddha terlihat pada tingkat kedua.

Relief Candi Dilapisi Brajalepha

Nah, hal inilah yang menjadi daya tarik dari Candi Kalasan. Jika Anda berkunjung ke sini,, Anda dapat secara langsung melihat relief secara lebih detail. Relief yang terdapat di candi ini adalah para penghuni kayangan yang membawa kerang, camara dan rebab. Selain relief kayangan juga terdapat relief kuncup bunga dan dedaunan. Seluruh relief dilapisi semen kuno yang di sebut Brajalepha. Bahan yang digunakan terbuat dari getah pohon dan campuran putih telur. Hal itu berhasil membuktikan bahwa masyarakat terdahulu mempunyai pengetahuan yang sangat tinggi di bidang arsitektur.

Kegiatan Menarik di Candi Kalasan

Inilah kegiatan unik di Candi Kalasan, antara lain:

Mengenal Budaya Indonesia

Berlibur dan menikmati keindahan Candi Kalasan memang sangat menyenangkan. Jika diperhatikan lebih jauh candi ini menyimpan banyak pengetahuan tentang budaya yang sangat bermanfaat. Yang hobi berpetualang, Anda akan merasakan pengalaman yang berharga karena dapat menjelajahi komplek candi dengan mendapat pengetahuan-pengetahuan yang baru.

Ini bisa menjadi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan bersama keluarga atau teman terdekat. Sehingga menambah wawasan kebudayaan Indonesia. Hal itu tentu berdampak terhadap kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia dengan bermacam-macam kebudayaannya.

Mempelajari Sejarah

Hal kedua yang bisa Anda dapatkan manfaatnya adalah Anda dapat mempelajari sejarah. Benda-benda kuno seperti relief dan prasasti jug bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Indonesia. Ajaklah sanak keluarga atau keluarga yang masih bersekolah sehingga mereka pun bisa menambah edukasi tentang peninggalan zaman terdahulu. Selain itu sejarah pengaruh agama juga bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

Mempelajari Seni

Biasanya di halaman-halaman atau pelataran candi sering di adakan pertunjukan-pertunjukan, tidak terkecuali Candi Kalasan. Pertunjukan seringnya mengisahkan terbentuknya atau sejarah Candi Kalasan. Anda bisa menikmati pertunjukan seni agar bisa mempunyai pengalaman langsung melihat asal usul terbentuknya Candi Kalasan sehingga mempunyai kecintaan untuk menjaga dan ikut melestarikan peninggalan budaya yang berharga.

Mengangkat Citra Bangsa

Keuntungan lainnya yang tidak kalah penting dan menarik adalah mengunjungi dan berwisata ke Candi Kalasan secara langsung atau tidak dapat meningkatkan citra bangsa. Kekayaan budaya Indonesia tentunya menyedot ketertarikan turis asing yang suka berpetualang sekaligus belajar. Jika Anda ingin memajukan budaya dengan menyukai berwisata ke tempat-tempat bersejarah tentunya akan meningkatkan pamor wisata-wisata di Indonesia.

Mempererat Persahabatan Antar Bangsa

Point selanjutnya yang bisa Anda dapatkan ketika memutuskan berwisata ke candi adalah mempererat tali persaudaraan antar bangsa. Biasanya turis otomatis akan menjalin komunikasi dengan turis atau warga lokal. Terjalinnya komunikasi inilah yang akan membangun citra positif tentang Indonesia. Sehingga keramahan warga negara Indonesia bisa terkenal di seluruh dunia.

Meningkatkan ekonomi

Manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan ketika berwisata ke candi adalah dapat turut serta meningkatkan ekonomi. Ekonomi di sini adalah ekonomi bangsa pada umumnya dan ekonomi warga setempat khususnya. Keberadaan turis asing dan lokal tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Jadi secara tidak langsung kita juga turut serta meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar maupun masyarakat Indonesia.

Fasilitas

Fasilitas di kawasan Candi Kalasan ini seperti umumnya candi-candi lainnya. ada lahan parkir meskipun lingkupnya terbatas. Ada toilet umum, toko-toko souvenir, rest area dan warung makan. Jadi Anda tidak perlu kebingungan jika sehabis mengunjungi keindahan candi dan merasa lapar. Karena letaknya dekat dengan beberapa candi lainnya, tidak jarang banyak yang menawarkan jasa paket wisata untuk mengunjungi candi-candi lainnya seperti Candi Prambanan, Sewu dan Sari.

Akan tetapi, belum tersedianya fasilitas mushola menjadi sedikit menyulitkan wisatawan muslim untuk berlama-lama di kawasan candi. Karena masih sangat terbatas. Fasilitas lain yaitu mudahnya Anda menemukan angkot untuk naik turun di tujuan candi Kalasan karena dekat dengan jalan raya Jogja-Solo. Sehingga mobilitas lebih terjangkau dan mudah.

Fasilitas lainnya adalah adanya daya tarik pertunjukan yang terkadang diadakan di candi Kalasan. Jika Anda berkunjung menjelang malam Anda dan ketika terjadinya bulan purnama Anda akan melihat pemandangan yang menakjubkan yaitu cahaya berkilauan berwarna kehijau-hijauan yang dipantulkan dari atas candi. Konon, hal tersebut hanya terdapat di dua candi di Jogjakarta. Salah satunya di Candi Kalasan.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk ke dalam Candi Kalasan cukup murah meriah. Anda hanya cukup mengeluarkan uang Rp. 5000 per orang turis lokal dan Rp. 10.000 per orang untuk turis asing. Hari buka Candi Kalasan adalah hari Senin-Minggu pukul 06.00 -18.00 WIB. Jika Anda membawa mobil pribadi bersama keluarga Anda hanya perlu mengeluarkan uang parkir sebesar Rp.10.000 untuk mobil pribadi dan Rp. 20.000 untuk bus atau kendaraan besar lainnya.


Leave a Reply