Category Archives: Wisata Kota Jogja

Jangan Ngaku Pecinta Budaya jika Belum ke Candi Kalasan

Category : Wisata Kota Jogja

Anda suka jalan-jalan sambil belajar sejarah? Yogjakarta adalah tempat yang patut Anda kunjungi. Di Jogjakarta berwisata sambil belajar sejarah sangat mungkin dilakukan karena Jogjakarta banyak terdapat candi-candi terkenal yang menyimpan sejarah kebudayaan masing-masing. Nah, jika Anda sudah pernah ke Candi Prambanan atau Borobudur, Anda bisa mengunjungi candi lain yang tidak kalah menariknya, yaitu Candi Kalasan.

Lokasi dan Sejarah

Jika menilik lokasi Candi Kalasan sebenarnya sangat strategis. Candi Kalasan berletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogjakarta. Lokasinya lebih kurang sekitar 16 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta. Sejarah dibangunnya Candi Kalasan sendiri bermula untuk dipersembahkan kepada Dewi Tirta kepercayaan agama Buddha. Maka ada sebagian masyarakat yang menjuluki Candi Kalasan dengan sebutan Candi Tirta.

Candi Kalasan diklaim sebagai candi Buddha tertua di Jogjakarta. Jika Anda berwisata di tempat ini, Anda akan menemukan prasasti Kalasan yang terdapat di sekitar candi. Di prasasti tersebut ditulis tanggal pembuatan yaitu di tahun Saka 700 atau 778 Masehi. Prasasti ini memberi informasi awal mulanya pembangunan candi dan ditulis dengan menggunakan bahasa Sansekerta.

Candi Kalasan sendiri di bangun oleh saran dari penasehat agama dari Rakai Panangkaran. Candi Kalasan sebenarnya bercorak unik karena merupakan perpaduan corak Hindu dan Buddha. Hal itu terjadi, karena Rakai Panangkaran dari Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu menikah dengan Dyah Pramodya Wardhani dari Wangsa Syailendra yang beragama Buddha. Karena itulah corak dari Candi Kalasan memiliki corak Hindu dan Buddha.

Spot Menarik di Candi Kalasan

Inilah spot menarik yang ada di Candi Kalasan, antara lain:

Arsitektur yang Menarik

Bangunan utama Candi Kalasan berbentuk bujur sangkar dengan ukuran lebih kurang 45 x 30 meter. Bangunan ini terdiri dari beberapa bilik yang menonjol keluar. Untuk tinggi candinya diperkirakan sekitar 34 meter di atas permukaan tanah dan berada di ketinggian 20 meter di atas permukaan tanah. Di Candi Kalasan mempunyai alas yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 x 45 meter.

Ada yang unik dari setiap sisi bujur sangkar yang mempunyai tangga ke atas dengan yaitu terdapat 4 pintu namun hanya pintu sisi timur dan barat yang mempunyai tangga. Si pintu yang mempunyai tangga inilah terdapat hiasan 2 kepala yang terdapat di masing-masing kaki tangga. Akan tetapi, jika Anda ingin melihat ruang utama yaitu di tengah candi Anda hanya bisa melewati pintu sisi bagian timur.

Selain bentuk utama cantik di sepanjang mata memandang candi ini juga di hiasi dengan banyak relief yang bermotif daun Kalpataru. Pada bagian lantai terpasang dari susunan batu yang tipis dan halus dengan bentuk berlekuk-lekuk. Sangat unik bukan.

Ada Relung di Sepanjang Dinding Candi untuk Arca

Jika dilihat dari bentuk dan tempatnya memang Candi Kalasan tidak sebesar candi terkenal lainnya. Akan tetapi, juga tidak kalah menawan karena ciri khasnya. Candi Kalasan mempunyai beberapa relung yang diperuntukkan untuk arca-arca. Namun, tidak semua arca berada di relung-elung tersebut. entah karena terjadi pemugaran atau memang sengaja ditempatkan seperti itu. Patung Dewi Tirta terdapat di bagian inti Candi Kalasan sekarang hanya terdapat susunan batu bertingkatnya saja sebagai alas meletakkan patung Dewi Tirta.

Altar Pemujaan

Altar Pemujaan untuk Dewi Tirta terdapat sebelah didinding bagian barat. Patung yang terbuat dari perunggu itu menempel pada dinding dan bagian belakangnya terdapat susunan batu dan semacam altar yang diyakini untuk pemujaan Dewi Tirta. Arca dengan ornamen Manusia Buddha terlihat pada tingkat pertama, sedangkan arca Dhayani Buddha terlihat pada tingkat kedua.

Relief Candi Dilapisi Brajalepha

Nah, hal inilah yang menjadi daya tarik dari Candi Kalasan. Jika Anda berkunjung ke sini,, Anda dapat secara langsung melihat relief secara lebih detail. Relief yang terdapat di candi ini adalah para penghuni kayangan yang membawa kerang, camara dan rebab. Selain relief kayangan juga terdapat relief kuncup bunga dan dedaunan. Seluruh relief dilapisi semen kuno yang di sebut Brajalepha. Bahan yang digunakan terbuat dari getah pohon dan campuran putih telur. Hal itu berhasil membuktikan bahwa masyarakat terdahulu mempunyai pengetahuan yang sangat tinggi di bidang arsitektur.

Kegiatan Menarik di Candi Kalasan

Inilah kegiatan unik di Candi Kalasan, antara lain:

Mengenal Budaya Indonesia

Berlibur dan menikmati keindahan Candi Kalasan memang sangat menyenangkan. Jika diperhatikan lebih jauh candi ini menyimpan banyak pengetahuan tentang budaya yang sangat bermanfaat. Yang hobi berpetualang, Anda akan merasakan pengalaman yang berharga karena dapat menjelajahi komplek candi dengan mendapat pengetahuan-pengetahuan yang baru.

Ini bisa menjadi kegiatan menarik yang bisa Anda lakukan bersama keluarga atau teman terdekat. Sehingga menambah wawasan kebudayaan Indonesia. Hal itu tentu berdampak terhadap kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia dengan bermacam-macam kebudayaannya.

Mempelajari Sejarah

Hal kedua yang bisa Anda dapatkan manfaatnya adalah Anda dapat mempelajari sejarah. Benda-benda kuno seperti relief dan prasasti jug bisa menambah pengetahuan tentang sejarah Indonesia. Ajaklah sanak keluarga atau keluarga yang masih bersekolah sehingga mereka pun bisa menambah edukasi tentang peninggalan zaman terdahulu. Selain itu sejarah pengaruh agama juga bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan.

Mempelajari Seni

Biasanya di halaman-halaman atau pelataran candi sering di adakan pertunjukan-pertunjukan, tidak terkecuali Candi Kalasan. Pertunjukan seringnya mengisahkan terbentuknya atau sejarah Candi Kalasan. Anda bisa menikmati pertunjukan seni agar bisa mempunyai pengalaman langsung melihat asal usul terbentuknya Candi Kalasan sehingga mempunyai kecintaan untuk menjaga dan ikut melestarikan peninggalan budaya yang berharga.

Mengangkat Citra Bangsa

Keuntungan lainnya yang tidak kalah penting dan menarik adalah mengunjungi dan berwisata ke Candi Kalasan secara langsung atau tidak dapat meningkatkan citra bangsa. Kekayaan budaya Indonesia tentunya menyedot ketertarikan turis asing yang suka berpetualang sekaligus belajar. Jika Anda ingin memajukan budaya dengan menyukai berwisata ke tempat-tempat bersejarah tentunya akan meningkatkan pamor wisata-wisata di Indonesia.

Mempererat Persahabatan Antar Bangsa

Point selanjutnya yang bisa Anda dapatkan ketika memutuskan berwisata ke candi adalah mempererat tali persaudaraan antar bangsa. Biasanya turis otomatis akan menjalin komunikasi dengan turis atau warga lokal. Terjalinnya komunikasi inilah yang akan membangun citra positif tentang Indonesia. Sehingga keramahan warga negara Indonesia bisa terkenal di seluruh dunia.

Meningkatkan ekonomi

Manfaat lainnya yang bisa Anda dapatkan ketika berwisata ke candi adalah dapat turut serta meningkatkan ekonomi. Ekonomi di sini adalah ekonomi bangsa pada umumnya dan ekonomi warga setempat khususnya. Keberadaan turis asing dan lokal tentu akan berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Jadi secara tidak langsung kita juga turut serta meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar maupun masyarakat Indonesia.

Fasilitas

Fasilitas di kawasan Candi Kalasan ini seperti umumnya candi-candi lainnya. ada lahan parkir meskipun lingkupnya terbatas. Ada toilet umum, toko-toko souvenir, rest area dan warung makan. Jadi Anda tidak perlu kebingungan jika sehabis mengunjungi keindahan candi dan merasa lapar. Karena letaknya dekat dengan beberapa candi lainnya, tidak jarang banyak yang menawarkan jasa paket wisata untuk mengunjungi candi-candi lainnya seperti Candi Prambanan, Sewu dan Sari.

Akan tetapi, belum tersedianya fasilitas mushola menjadi sedikit menyulitkan wisatawan muslim untuk berlama-lama di kawasan candi. Karena masih sangat terbatas. Fasilitas lain yaitu mudahnya Anda menemukan angkot untuk naik turun di tujuan candi Kalasan karena dekat dengan jalan raya Jogja-Solo. Sehingga mobilitas lebih terjangkau dan mudah.

Fasilitas lainnya adalah adanya daya tarik pertunjukan yang terkadang diadakan di candi Kalasan. Jika Anda berkunjung menjelang malam Anda dan ketika terjadinya bulan purnama Anda akan melihat pemandangan yang menakjubkan yaitu cahaya berkilauan berwarna kehijau-hijauan yang dipantulkan dari atas candi. Konon, hal tersebut hanya terdapat di dua candi di Jogjakarta. Salah satunya di Candi Kalasan.

Harga Tiket Masuk

Untuk harga tiket masuk ke dalam Candi Kalasan cukup murah meriah. Anda hanya cukup mengeluarkan uang Rp. 5000 per orang turis lokal dan Rp. 10.000 per orang untuk turis asing. Hari buka Candi Kalasan adalah hari Senin-Minggu pukul 06.00 -18.00 WIB. Jika Anda membawa mobil pribadi bersama keluarga Anda hanya perlu mengeluarkan uang parkir sebesar Rp.10.000 untuk mobil pribadi dan Rp. 20.000 untuk bus atau kendaraan besar lainnya.


Seperti Inilah Serba-Serbi Keindahan Candi Borobudur

Category : Wisata Kota Jogja

Siapa yang tidak kenal Borobudur? Saksi sejarah yang masih ada di Indonesia dengan berbagai bagunan candi yang tersimpan erat di bangunannya. Candi ini terletak di Magelang yang menjadi daya tarik para wisatawan domestik maupun luar negeri. Banyak sekali yang memilih tempat ini sebagai salah satu destinasi untuk berlibur. Karena tempatnya yang begitu nyaman untuk dijadikan tempat berfoto. Selain itu, ada juga banyak hal yang bisa dipelajari di candi Borobudur

Lokasi dan Sejarah

Candi Borobudur terletak di Jalan  Badrawati Borobudur Magelang. Tempat ini selalu dikunjungi khalayak ramai. Baik itu para wisatawan sekolah maupun sekedarnya hanya ingin melihat melihat tempat ini.  Candi berbentuk stupa ini dibangun oleh bangsa Syailendra beragama Budha di sekitar abad 8 dan 9 atau sekitar tahun 800 Masehi. Bahan material utamanya adalah bebatuan yang berusia 75-100 tahun lalu.

Spot Menarik di Candi Borobudur

Berikut ini adalah spot menarik yang terdapat di Candi Borobudur, antara lain:

Spot Candi yang Menawan

Salah satu alasan kenapa ada banyak pengunjung datang ke tempat ini yaitu memiliki keunikan spot foto yang terbilang cukup khas. Bayangkan saja sebelum mendatangi candi, lebih tepatnya di pintu masuk sudah disambut oleh desain yang menarik yang bisa dijadikan berfoto sambil melepas lelah.

Museum Samudra Raksa

Terletak hanya beberapa ratus Kilometer dari candi Borobudur,  tentunya terletak tidak jauh di candi tersebut memberikan keunikan tersendiri dari Museum ini. Karena didalamnya menampilkan jalur perdagangan laut yang dilakukan di zaman nenek moyang Indonesia terdahulu.

Museum Karmawibhangga

Museum ini tidak terlepas sejarah Borobudur. Karena di dalamnya Anda bisa menjumpai hal hal yang berkaitan tentang proses pembuatan candi.  Museum ini juga menampilkan relief-relief surya temuan artefak arkeologi. Museum ini  dibangun dengan model rumah Joglo Jawa yang memberi daya tarik berbeda bagi para pengunjung. Didalam Museum ini juga tersimpan sekitar 4000 blok batu asli dari candi Borobudur di halaman terbuka.

Objek Foto Yang Menarik

Seperti halnya dengan keunikan spot foto di tempat wisata lainnya,  candi Borobudur tidaklah kalah menarik untuk diabadikan di lensa kamera Anda karena bernilai sejarah klasik. Itulah yang membuat tempat ini dijadikan sebagai spot foto objek terbaik sepanjang masa.  Salah satunya adalah pemandangan matahari terbit dan terbenam yang sangat indah bila dipotret dari atas Borobudur.

Kegiatan Menarik di Candi Borobudur

Selain mempelajari sejarah yang terdapat di dalam candi,  ada beberapa hal ataupun aktivitas yang bisa Anda lakukan disini yaitu:

Melihat Sunrise & Sunset

Salah satu moment yang sangat diburu oleh para wisatawan yaitu menunggu melihat sunrise dan sunset di tempat ini. Karena hal ini akan memberikan kesan efek warna jingga yang akan menampilkan keindahan yang luar biasa, Karena itulah pengunjung biasanya akan mulai datang sekitar jam 6 pagi hingga jam 5 sore untuk melihat peristiwa keindahan alam di Indonesia.

Naik Gajah Keliling Candi

Mengunjungi candi Borobudur memang salah satu yang paling tepat jika mengajak keluarga untuk memanjakan waktu berlibur. Tak terkecuali mengajak anak-anak untuk memperkenalkan sejarah sejak dini. Tetapi tidak hanya itu saja, anak-anak juga bisa berkeliling candi dengan menaiki gajah.

Keliling Desa

Banyak sekali aktivitas yang dapat dilakukan ketika berada di Borobudur. Karena di wilayah ini masih sangat berdekatan dengan pemukiman para warga, disertai dengan keasrian desa disekitarnya. Sehingga, Anda bisa bebas mengunjungi dan berkeliling untuk melihat-lihat pemukiman disekitar candi Borobudur dengan andong ataupun bersepeda.

Berfoto

Trackless Train

Tidak hanya naik gajah saja,  ternyata di sekitaran candi Borobudur Anda juga bisa memanjakan anak-anak untuk menaiki Tracless train atau kereta kelinci. Dengan ini, Anda bersama keluarga dasar berkeliling candi Borobudur dengan menggunakan jasa kereta kelinci yang pastinya sangat seru dan berkesan bagi keluarga.

Menikmati Wisata Kuliner

Anda bisa juga untuk menikmati beberapa kuliner khas yang ada di wilayah ini.  Seperti, Bakmi Jawa dan Tongseng Jamur. Kedua menu kuliner tersebut sangatah lezat, serta memiliki manfaat yang tidak diragukan lagi bagi tubuh Anda salah satunya yaitu tongseng jamur.

Bersepeda

Aktivitas yang bisa Anda lakukan selain menyantap kuliner unik bagus Anda pecinta aktivitas bersepeda, sangatlah tepat untuk mengeksploitasi keindahan candi melaui kegiatan bersepeda. Terutama jika Anda melintasi berbagai candi. Misalnya saja, seperti candi Mendut. Maka kini Anda bisa dengan leluasa berkeliling disekitarnya.

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang dapat dirasakan oleh para pengunjung yaitu adanya  area taman yang bisa dikunjungi dalam kawasan Borobudur. Yaitu, Museum Karma Wibhangga dan Museum Kapal Samudra. Para pengunjung dapat mengetahui informasi tentang pembangunan adalah usul sejarah pembuatan  Candi Borobudur di Museum Karmawibhangga.

Sedangkan di Museum Samudera Raksasa, para wisatawan dapat melihat berbagai kumpulan koleksi sekaligus mengetahui informasi mengenai sejarah perdagangan Asia – Afrika zaman dahulu di Nusbtara.

Fasilitas-fasilitas lain adalah kereta mini dan sepeda yang dapat digunakan untuk mengelilingi area kompeks Borobudur yang luas. Tak hanya itu, pihak pengelola Borobudur juga menyediakan Visitor Center beserta Audio Visual sehingga para pengunjung n tidak hanya membaca keterangan keterangan perihal sejarah yang dilihatnya bisa mempelajari nya dalam bentuk video dan rekaman.

Karena itu para pengunjung bisa lebih leluasa mempelajari sejarah candi Borobudur melalui pemutaran video sehingga tanpa membaca ada beberapa pilihan praktis menarik untuk bisa lebih mengenal sejarah saat ini.

Kurang sekali jika Anda hanya melihat keindahan sejarah yang ada di candi Borobudur tentunya ketika Anda ingin bergegas pergi ke tempat ini Anda akan melewati berbagai deretan souvenir oleh oleh yang bisa dijadikan cinderamata unyuk sanak keluarga dirumah

Adapun beberapa souvenir yang banyak dijual disekitar lokasi seperti gantungan kunci,  baju dan tas dibandrol dengan harga yang terbilang terjangkau.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk kawasan Candi Borobudur dibagi menjadi dua kategori yaitu tiket perorangan dan tiket rombongan ( biasanya untuk tiket rombongan banyak sekali digunakan dalam proses pembelajaran disekolah akak anak/siswa study tour ke lokasi ini

Turis dewasa yang berusia mulai diatas 10 tahun harus membayar sebesar 40.000 rupiah per orang. Sedangkan untuk anak-anak dalam kategori usia 3 – 10 tahun, hanya membayar sebesar 20.000 rupiah dengan kisaran harga tersebut Anda bersama keluarga sudah akan merasakan fasilitas lengkap di tempat ini .

Harga tiket rombongan juga sangatlah bersahabat, Candi Borobudur juga dibagi menjadi dua paket wisata yakni paket taman wisata candi Borobudur dan paket taman wisata Borobudur, Pawon dan Mendut. Tiket masuk yang perlu dibayar masing-masing berturut-turut Rp20.000 rupiah dan Rp30.000.

Semua tiket masuk yang Anda pilih sudah mencakup asuransi yang akan Anda dapatkan ada juga pilihan paket terusan untuk berwisata yakni paket Candi Borobudur – Candi Ratu Boko dengan harga untuk orang dewasa sebesar Rp75.000, dan anak-anak sebesar Rp35.000.

Jika wisatawan ingin melihat matahari terbit bisa juga memilih paket sunrise dengan harga yang memang sangat spesial untuk wisatawan yakni sebesar Rp325.000 untuk orang dewasa dan Rp162.500 untuk anak-anak.

Adapun beberapa jam operasional candi Borobudur

Borobudur Sunrise      04.30 – 18.00 WIB

Borobudur Pass           06.00 – 17.00 WIB

Borobudur Sunset       05.00 – 18.30 WIB

Wisata Borobudur bisa dikunjungi setiap harinya jadi tunggu apalagi berlibur ke lokasi ini sangatlah tepat ditambah lagi dengan kekayaan sejarah yang tentunya menambah wawasan.


Mengenal Lebih Jauh tentang Keunikan Candi Prambanan

Category : Wisata Kota Jogja

Jika ada yang bertanya, setelah Candi Borobudur, Candi manakah yang sering dikunjungi para wisatawan? Jawabannya adalah Candi Prambanan. Candi yang pada tahun 1991 ditetapkan sebagai warisan dunia itu tidak hanya terkenal di Indonesia tetapi juga mancanegara. Terbukti hampir setiap hari, objek wisata budaya tersebut dipenuhi dengan turis asing dari berbagai dunia. Candi Hindu terbesar di Indonesia ini selain menyimpan banyak sejarah juga menyimpan eksotisme yang mengagumkan.

Lokasi dan Sejarah

Sejarah dari Candi Prambanan tidak terlepas dari cerita leluhur yang menyertainya. Candi Prambanan adalah komplek yang terdiri dari beberapa candi yang mempunyai filosofi tersendiri. Dahulu, nama candi ini adalah Siwaghra yang artinya Rumah Siwa. Oleh karena itu candi ini berpusat di candi Siwa yang kemudian diapit dua candi lainnya yaitu Candi Wishnu dan Candi Dewa Brahma. Tiga dewa paling tertinggi di agama Hindu yang diinterpretasikan dengan tiga candi. Ketiga candi tersebut dikenal dengan Candi Trimurti.

Selain dari ketiga candi tersebut, di dalam komplek candi juga banyak sekali terdapat candi-candi lainnya yang tidak kalah menarik. Seperti Candi Apit, Candi Perwara, Candi Kelir dan Candi Patok. Memang, candi-candi ini bentuknya tidak sebesar candi Trimurti tetapi jumlahnya yang banyak membuat pemandangan di sepanjang komplek terlihat menakjubkan.

Spot Menarik di Candi Prambanan

Berikut ini adalah spot menarik yang ada di Candi Prambanan, antara lain:

Relief Ramayanad Krishnayana

Relief yang menceritakan kisah Ramayana dan Krishnayana bisa Anda temui jika Anda masuk lewat gerbang timur musim. Kemudian, Anda bisa membaca relief dengan mengelilingi Candi Trimurti. Relief terdapat di dinding dalam candi. Jika kesulitan membaca tidak perlu khawatir, Anda bisa meminta bantuan kepada jasa pemandu wisata yang banyak sekali berada di Candi Prambanan.

Hal ini tentu selain menambah wawasan Anda dalam memahami cerita yang terjadi di masa lampau juga bisa meningkatkan daya konsentrasi karena dituntut untuk menyimak dengan seksama jika ingin memahami cerita relief yang berbentuk gambar-gambar tersebut.

Museum Rumah Joglo

Setelah puas membaca relief para wisatawan bisa mengunjungi museum rumah joglo yang tidak jauh dari komplek candi, yaitu di sebelah utara. Museum rumah joglo adalah museum yang berbentuk bangunan rumah khas Jawa Tengah yang biasa di sebut joglo. Di dalam museum terdapat koleksi benda-benda purbakala.

Benda-benda tersebut adalah hasil temuan di sekitar komplek candi. Misalnya saja, patung, arca dan bebatuan yang tentu bernilai sejarah tinggi. Untuk mengunjungi museum rumah joglo Anda tidak perlu mengeluarkan uang masuk kembali karena sudah termasuk dalam tiket masuk komplek Prambanan dan Candi Ratu Boko.

Sendra Tari Ramayana

Nah, hal menarik lainnya yang bisa wisatawan temui di Candi Prambanan adalah pertunjukan Sendra Tari Ramayana. Pagelaran ini mengusung cerita Ramayana yang diperankan oleh pemain-pemain yang profesional. Mulai dari setting tempat dan kostum akan dibuat semirip mungkin dengan cerita yang sebenarnya. Tetapi, tidak setiap hari ada pertunjukan seperti ini.

Para pengunjung dan wisatawan yang ingin mendapat pengalaman menarik dan berbeda dari lainnya maka Anda bisa mengunjungi kompleks wisata ini pada setiap malam bulan purnama. Pagelaran biasanya di gelar pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu malam pukul 20.00 sampai 22.00 WIB. Dalam pertunjukan ini. Pertunjukan ini dilakukan di panggung terbuka yang bernama “panggung terbuka trimurti” berlatarbelakang ketiga candi tersebut.

Untuk bisa menikmati cerita Ramayana yang atraktif dengan tarian dan dialog yang pastinya menarik untuk dilewatkan Anda bisa memilih panggung untuk melihatnya. Ada dua kelas yang biasanya di buka yaitu kelas untuk pertunjukan panggung terbuka dan kelas untuk pertunjukan panggung tertutup. Harga tiket masuk untuk masing-masing kelas pun berbeda, dimulai dengan harga Rp 125.000, – rupiah per orang.

Istana Ratu Boko

Spot menarik lainnya yang wajib dikunjungi adalah Istana Ratu Boko. Letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan. Sejarah istana Ratu Boko adalah dahulu dibangun oleh seorang yang bernama Rakai Panangkaran keturunan Wangsa Syailendra. Penggunaan nama “boko” mengacu pada sosok ayah dari Roro Jonggrang. Di dalam istana ini ada empat bagian istana yaitu di bagian timur, tengah, barat dan tenggara.

Bagian tengah merupakan pintu masuk dengan halaman luas sedangkan bagian timur adalah tempat kediaman putri raja dan bagian timur, barat adalah bukit-bukit yang terletak di dekat istana.

Kegiatan Menarik di Candi Prambanan

Di komplek Candi Prambanan yang mempunyai luas lebih kurang 40 hektar tentunya Anda akan mendapatkan pengalaman menjelajahi wisata yang menyenangkan. Anda bisa menikmati pemandangan candi dengan angin semilir dari rindangnya pohon yang berada di samping-samping pelataran komplek candi.

Kegiatan memotret untuk simbol kenang-kenangan juga sangat Anda lakukan karena banyak spot foto yang menarik. Jika Anda mengajar anggota keluarga yang masih anak-anak Anda bisa menambah wawasan mereka dengan membaca relief Ramayana dan kisah di baliknya. Berikut beberapa kegiatan menarik lainnya yang bisa Anda lakukan ketika berwisata ke Candi Prambanan.

Memanah

Jika ada pertanyaan benarkah, di komplek candi kita bisa mencoba untuk belajar memanah? Jawabannya adalah iya. Di komplek candi Anda dan keluarga atau teman dekat bisa belajar memanah yang sudah disediakan pelataran candi. Selain bermain Anda sekaligus olahraga dan melatih daya konsentrasi. Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 20.000, – untuk 20 anak panah yang siap Anda lesatkan.

Berfoto ala-ala

Spot keren lainnya adalah spot foto ala-ala. Mengapa di sebut ala-ala? Karena Anda bisa berfoto di sini dengan background yang seperti aslinya. Di sini Anda bisa berfoto dengan ayunan dan sepeda gantung dengan latar pemandangan candi yang eksotis. Untuk berfoto Anda hanya perlu mengeluarkan uang Rp 20.000, – saja. Cukup terjangkau bukan, untuk menyimpan kenangan dalam lensa kamera.

Berkeliling dengan Menyewa Sepeda atau Kereta Wisata

Untuk bisa puas mengelilingi semua sudut Candi Prambanan memang terkadang menguras stamina. Untuk menjawab rasa penasaran Anda tanpa harus kelelahan Anda bisa mencoba menggunakan jasa sewa sepeda atau kereta wisata. Tentunya tidak kalah menarik dengan berjalan kaki. Untuk sewa kereta dikenakan harga Rp 10.000, – per orang tetapi kereta hanya bisa mengantar sampai Candi Sewu saja. Sedangkan untuk menyewa sepeda Anda bisa membayar Rp 20.000, – per orang.

Memberi Makan Rusa

Bertamasya sambil meningkatkan rasa sayang untuk hewan bisa Anda temui di Candi Prambanan. Ada spot menarik yang bisa Anda coba dengan si kecil atau keluarga lainnya, yaitu memberi makan rusa. Sebenarnya bukan hanya rusa saja yang terdapat di spot ini Banyak sekali hewan lainnya seperti kuda, burung cenderawasih, burung merak. Namun, Anda bisa memberi makan rusa dengan membeli seikat sayuran kangkung yang dijual dengan harga Rp 2000, -. Menarik bukan?

Melihat Sunset

Kata siapa Candi Prambanan adalah tempat wisata membosankan bagi anak muda. Di sini, Anda yang berjiwa muda tentu bisa menanti moment spesial yang sering tejadi di komplek candi. Jika cuaca sedang bagus Anda akan bisa melihat sunset yang menimbulkan romantisme luar biasa. Sinar matahari tenggelam akan terlihat mempesona menerpa cdan menerobos celah-celah setiap candi. Sungguh pemandangan yang indah yang wajib Anda abadikan.

Fasilitas

Fasilitas yang di sediakan di Candi Prambanan bisa dibilang lengkap. Mulai dari spot-spot menarik, parkir yang cukup luas, toilet, tempat makan hingga toko-toko souvenir yang banyak dan beragam. Anda bisa memilih cinderamata yang bisa Anda bawa pulang sebagai oleh-oleh. Seperti misalnya gantungan dari bahan kayu, manik-manik, topi hinga baju yang bergambar candi Prambanan. Selain itu banyak pemandu wisata yang siap memandu Anda jika ingin mengeksplor lebih tentang candi Prambanan.

Yang menarik banyak perhatian tentunya Sendra tari Ramayana yang menakjubkan. Tidak lupa museum rumah joglo dan Istana Ratu Boko yang tidak jauh dari komplek candi. Tidak heran jika ada yang menyebut wisata Candi Prambanan dikatakan sebagai wisata dengan paket lengkap. Perpaduan wisata edukasi, sejarah, religi, petualangan dan seni.

Selain fasilitas di dalam fasilitas di luar area candi juga sangat memudahkan wisatawan. Letak Candi Prambanan yang dekat dengan jalan raya Jogja-Solo dirasa sangat strategis. Sehingga memudahkan para wisatawan untuk menuju lokasi dengan menggunakan transportasi apapun.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk untuk wisatawan lokal dan mancanegara tentu berbeda. Wisatawan lokal yang berusia dewasa di bandrol dengan tiket sebesar Rp 40.000, -. Sedangkan untuk anak-anak biaya tiketnya adalah Rp 20.000, – per orang. sementara itu, untuk turis asing dewasa dikenakan biaya sebesar Rp 337.500, – dan turis asing anak-anak sebesar Rp 202.500, – per orang.

Ada paket yang biasa disediakan selain perorangan yaitu paket Prambanan, Plaosan dan Sojiwan dengan harga per paket Rp 60.000, – untuk orang dewasa dan Rp 30.000, – untuk anak-anak. Paket Prambanan – Ratu Boko adalah Rp 75.000, – untuk dewasa dan Rp 35.000, – untuk anak-anak. Candi Prambanan buka setiap hari mulai pukul 06.00-17.00.


Jangan Lupakan Spot Ini Dulu saat Berkunjung ke Tamansari

Category : Wisata Kota Jogja

Taman Sari adalah salah satu tempat wisata ikonik di Yogyakarta. Rasanya sangatlah kurang jika belum mengunjungi tempat ini karena pada zamannya tempat ini dijadikan benteng pertahanan yang memiliki nilai sejarah tinggi,  dtambah lagi arsitektur yang unik pencampuran bagunan Jawa dengan gaya bangunan arsitektur Portugis.

Lokasi dan Sejarah

Situs bangunan ini sangatlah mudah untuk dijangkau oleh para wisatawan. Karena letaknya yang begitu strategis. Yaitu, di komplek Taman Sari Kelurahan Patehan,  Kecamatan Keraton kota Yogyakarta. Tidak jauh dari alun-alun Yogyakarta. Taman Sari dibangun pada tahun 1758  hingga 1765   pada zaman Sultan Hamengku Buwono I.

Dulunya Taman Sari konon dibangun diatas puing-puing bekas keraton lama. Dengan jangka waktu pembangunan yang terbilang cukup lama, biaya yang dihabiskan dalam proses pembangunannya menjadi tidak sedikit. Namun biaya ditanggung oleh Temenggung Mangundipuro.

Memang sekarang ini taman sari dikenal sebagai taman dengan berbagai kumpulan bangunan peninggalan pada zamannya, tetapi jika melihat dari kumpulan arsitektur bangunannya, Anda bisa merasakan fungsi sebenarnya pada tempo dulu yaitu dijadikan sebagai benteng pertahanan .

Spot Menarik di Tamansari

Meski demikian, ternyata setiap bagian tempat di Taman Sari bukan sekadar bangunan tanpa makna. Ada beberapa bangunan yang memiliki karakteristik dan arti tersendiri diantaranya yaitu:

  1. Gapura Agung Taman Sari

Tempat ini terletak di bagian depan atau sebagai pintu utama,  pada zamannya sebagai tempat pemberhentian Sultan bersama keluarga jika menggunakan kereta kencana

Dengan corak relief yang begitu unik yaitu burung dan bunga yang memberikan semakin klasiknya bangunan ini,  dari balik gapura ini juga terdapat pelataran nah,  siapa sangka pelataran ini merupakan akses untuk menuju keatas langsung hingga melihat keindahan taman sari secara keseluruhan.

  1. Pesanggrahan

Dulu tempat ini diyakini sebagai tempat Sultan untuk bersembunyi bersemedi menenangkan diri untuk menyusun strategi melawan para penjajah. Selain itu, tempat ini juga difungsikan sebagai tempat penyimpanan beberapa senjata seperti alat perangkat,  baju perangkat.  Di dekat lokasi tersebut juga terdapat lapangan yang diyakini sebagai tempat berlatih para prajurit untuk berperang melawan penjajah.

  1. Umbul Binangun

Setelah melewati berbagai gerbang Anda akan menemukan di pintu kedua yaitu gerbang yang memiliki beberapa tempat diantara yaitu 3 Umbul Binangun yaitu, Umbul kawitan, Umbul pamuncar dan umbul panguras.

Umbul kawitan diyajini sebagai tempat relaksasi tempat berendam bahkan dijadikan salah satu tempat untuk mandi para putri Raja, Umbul pamuncar digunakan untuk pemandian para selir selir Raja. Kedua Umbul kolam ini berada di satu tempat, sedangkan Umbul Panguras memiliki ja tak lokasi tidak terlalu jauh namun terpisah.

  1. Pasiraman Umbul Binangun

Di Komplek Taman Sari terdapat bangunan yang khas yakni bagian kolam yang dijadikan sebagai tempat pemanduan para Sultan. Di bagian bagunan ini terdapat tembok bangunan yang cukup tinggi,  keunikan dari kolam ini yaitu adanya sumber mata air.  Di Komplek Pasiraman Umbul Binangun terdapat tiga kolam yaitu: Umbul Pamuncar, Umbul Panguras dan Umbul Kawitan yang digunakan untuk tempat mandi sultan bersama dengan keluarganya.

  1. Gedong Sekawan

Di sebelah timur Umbul Binangun, terdapat sebuah halaman berbentuk segi delapan yang diyakini sebagai tempat untuk hiburan para Sultan seperti tempat permainan gamelan dihiasi dengan beberapa pepohonan yang mengitari disekeliling tempat ini.

  1. Sumur Gumuling

Sumur Gumuling menjadi salah satu bagian unik yang ada di Taman Sari. Bangunan ini dijadikan sebagai tempat beribadah yang terletak di bagian bawah tanah. Namun dari segi arsitektur bangunan jika orang awam melihatnya nampak sekilas seperti bukan masjid,  meskipun berada di dalam tanah namun fasilitas penerangan dalam tempat ini cukuplah banyak.

Pada bagian dalam bangunan masjid, juga terdapat sumber mata air yang memberikan kesan nyaman sejuk pada tempat ini sehingga bisa menjalankan ibadah dengan hikmat serta khusyuk.

  1. Pulo Kenanga

Jika Anda melihat sekeliling taman sari mungkin lebih dikenal tempat pemandian Sultan bersama keluarganya,  namun jangan salah di area sekitar taman sari juga terdapat beberapa bangunan sejarah lainnya salah satunya yaitu Pulo Kenanga.

Jika Anda mengunjungi tempat ini mungkin sekilas seperti bangunan tua yang tak utuh namun pada zamannya tempat ini dijadikan sebagai tempat peristirahatan terutama dalam kegiatan di bidang seni.

Gedhong Gapura Panggung

Tempat ini merupakan tempat yang terbilang paling indah dan mewah yang dimiliki oleh Taman sari Karema dijadikan sebagai gerbang utama yang tak jarang para pengunjung tentunya mengabadikan foto bersama rekan maupun keluarganya di salah satu bangunan ini.  Gerbang ini dahulunya menghubungkan wilayah timur.

Bangunan bertingkat dua ini berfungsi sebagai gerbang masuk utama memasuki kompleks istana. Tempat ini dulunya dijadikan sebagai tempat Sultan menikmati senin/pertunjukan selain itu juga dijadikan tempat Sultan beserta selir selirnya maupun istrinya untuk berhias diri.

Kegiatan Menarik di Tamansari

Beginilah beberpaa kegiatna menari kyang bisa dilakukan di tempat wisata ini:

Photo Session

Tidak heran yah dari keunikan serta sudut yang begitu luas serta indah tempat ini selalu dijadikan sebagai tempat berekreasi. Terlepas dari itu, semua para pengunjung sudah pastinya  tidak akan pernah lupa untuk berfoto ditempat ini.

Tak jarang tempat ini juga pernah dijadikan sebagai tempat pengambilan gambar saat shooting. Karena memiliki nilai estetika tinggi. Tidak hanya itu saja, ada banyak sekali yang menggunakan tempat ini sebagai tempat sesi foto praweding bagi para pasangan yang ingin menikah.

Menyusuri Lorong Bawah Tanah

Lorong rahasia tersebut merupakan jalur untuk melarikan diri keluarga Kerajaan jika ada musuh menyerang. Dari sekian banyak lorong rahasia, Anda hanya bisa mengakses lorong yang menghubungkan Sumur Gumuling dan Gedong Kenongo. Lorong gelap berbentuk tajug itu memiliki lebar sekitar 2 meter. Di beberapa sudut terdapat kelokan dan anak tangga. Jika beruntung, kamu bisa menemui seniman jalanan yang beraksi di sudut-sudut tersebut.

Sketching

Dengan corak maupun bangunan yang khas baik yang masih utube maupun yang sudah tidak. Utuh bagi penggemar senin,  Taman sari dijadikan sebagai salah satu tempat untuk menunjukkan skill kemampuannya dalam menggambar dari objek bangunan yang dilihat Anda dapat menerapkan menggambarkan beberapa bangunan menjadi sketsa yang unik serta bernilai tinggi.

Sunset Seeing

Sebagai titik tertinggi di Kompleks Taman Sari, Gedong Kenongo merupakan tempat yang asyik dijadikan untuk memandangi moment tenggelamnya matahari yang tentunya dapat di nikmati pada sore harj. Dari reruntuhan kompleks Taman Sari ini kamu bisa menyaksikan mentari yang terbenam di ufuk barat, Merapi Merbabu nun jauh di utara, atau rumah-rumah penduduk yang perlahan menyalakan lampunya yang memberikan efek terang pencahayaan yang indah.  Tak jarang lara pengunjung bisa menghabiskan sore hari selepas sunset tiba.

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang dapat Anda rasakan ketika mengunjungi tempat wisata ini yaitu:

  1. Parkir yang terbilang cukup luas terutama yang membawa kendaraan roda dua mapun roda empat.
  2. Hotel maupun tempat penginapan yang diakses sangatlah mudah dekat seperti Hotel Neo Plus Awana, dan Villa Pondok Terra.
  3. Jika Anda pecinta kuliner tidak salah mengunjungi wilayah tempat ini karena terdapat banyak warung makan atau restoran untuk wisata kuliner khas Yogyakarta seperti camilan.
  4. Tour guide yang disediakan tentunya selalu memberikan informasi mengenai bangunan serta keramahan yang dimiliki dan yang tak ketinggalan toko cinderamata atau oleh-oleh khas Kota Gudeg.

Harga Tiket Masuk

Untuk menikmati salah satu Cagar Budaya yang paling bersejarah di wilayah Yogyakarta,  pengunjung dikenakan tarif murah meriah. Hanya dengan uang sebesar Rp 5.000, – untuk wisatawan lokal, dan Rp 12.000, – dikenakan untuk wisatawan mancanegara. Pengunjung yang akan berswafoto dan membawa kamera akan dikenakan tiket kamera sebesar Rp 2.000, -.

Situs sejarah ini bisa dikunjungi setiap hari. Dengan Jam operasional Taman dari mulai pukul 08.00 – 18.00 WIB. Jadi tunggu apalagi jadikan Taman Sari sebagai salah satu alternatif tempat berlibur yang beredukasi tinggi serta menarik untuk diabadikan di kamera Anda


Menikmati Keindahan Benteng Vredeberg dari Sudut yang Berbeda

Category : Wisata Kota Jogja

Wisata dengan tema sejarah tidak hanya bisa ditemukan dengan mengunjungi candi-candi saja. Ada banyak tempat wisata budaya yang terdapat di Yogjakarta. Salah satunya adalah Museum Vredeburg. Museum yang juga terkenal dengan sebutan Museum Benteng Vredeburg ini banyak dikunjungi wisatawan para akhir pekan atau libur panjang. Tempat ikonik di Jogja ini menjadi populer karena menawarkan wisata yang tidak hanya bernilai sejarah tinggi tetapi karena menawarkan wisata murah meriah yang selalu dicari warga.

Lokasi dan Sejarah

Untuk lokasi menuju museum ini berada tepat di depan gedung kantor pos dan Kraton Kasultanan Jogjakarta yaitu berada di jalan Malioboro. Tepatnya di Jl. Margo Mulyo No. 6 Ngupasan, Gondomanan, Daerah Istimewa Jogjakarta. Sangat strategis bila ingin ke museum ini menggunakan transportasi umum. Museum Banteng Vredeburg adalah museum peninggalan dari Belanda. Kata Verdeburg yang berarti perdamaian. Sebelum disempurnakan pada tahun sekitar 1765-1788 benteng ini bernama peristirahatan.

Museum ini sangat erat kaitannya dengan kesultanan Jogjakarta. Dahulu sebenarnya museum ini didirikan atas kemauan Belanda yang dianggap cukup licik untuk bisa memantau pergerakan pusat pemerintahan dan masyarakat Jogjakarta. Tetapi tidak berencana untuk memberikan hak milik tanah tersebut. Belanda hanya bisa membangun bangunan dan memiliki tanah yang diinginkannya secara de facto. Benteng yang satu ini sudah beberapa kali mengalami pemugaran.

Museum ini diresmikan pada 28 Oktober 1998 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. DR. Edi Sedyawati. Setelah mengalami pemugaran beberapa kali karena terjadinya gempa beberapa kali di Jogja kini museum Verdeburg sangat layak Anda kunjungi bersama keluarga atau kerabat dekat.

Spot Menarik di Vredeburg

Jika Anda mengunjungi museum Verdeburg Anda akan disambut oleh gapura besar bertulisan Verdeburg. Ketika mulai memasuki halaman depan Anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang menawan. Anda akan di sambut dengan icon meriam yang sengaja dibuat dahulu untuk pertahanan pihak Belanda jika sewaktu-waktu terjadi konflik atau perang.

Museum ini terdiri dari beberapa bangunan ciri khas bangunan kuno Belanda. Jika memutuskan berwisata ke sini Anda akan banyak memiliki pengetahuan sejarah yang berguna sekali. Apa saja hal menarik lainnya dari di museum ini? Berikut ini ulasannya:

  1. Ada Banyak Koleksi-Koleksi Unik

Museum Verdeburg memiliki koleksi yang tidak kalah unik dengan museum lainnya. koleksi yang mengandung sejarah tinggi sangat terjaga dengan baik. Ada banyak sekali koleksi yang akan menambah wawasan Anda, misalnya saja koleksi gamelan yang umurnya sudah ratusan tahun, diorama penggalian mayat G-30 S PKI di museum Verdeburg, patung para pejuang, lukisan.

Selain itu, Anda juga bisa melihat koleksi sepatu atau alat-alat makan dan minum yang terbuat dari tembikar dan keramik. Jika Anda masih penasaran Anda bisa melihat film-film dokumenter. Lainnya, Anda bisa menggunakan ruangan diorama I dan II untuk menambah pengetahuan sejarah yang lebih detail.

  1. Desain Arsitektur Yang Indah

Desain arsitektur museum Verdeburg tentunya bergaya Belanda Klasik khas tempo dulu. Banyak sekali keunikan arsitektur sejauh mata memandang. Warna museum yang berdasar putih dengan aksen jendela khas Belanda membuat Anda merasakan pengalaman nyata seolah-olah berada pada masa itu. Di pelataran sekitar bangunan museum juga terlihat asri dan terawat dengan baik. Anda bisa mengabadikan kunjungan Anda dengan mata lensa karena di museum ini menyediakan spot foto yang sangat menarik.

  1. Terkenal Dengan Cerita Horornya

Selayaknya bangunan Belanda pastinya meninggalkan cerita-cerita masa lalu yang menarik untuk selalu dikulik. Museum Benteng Vredeburg sempat terkenal dengan cerita horornya. Hal ini karena bangunan ini sudah berumur sangat tua dan meninggalkan kesan angker. Selain itu, bangunan ini adalah saksi bisu dari kekejaman kompeni Belanda dalam memperlakukan rakyat Jogja. Wajar bila di museum ini ada sensasi horornya. Namun, Anda tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Karena sejauh ini para pengunjung tidak pernah menemui masalah yang menyebabkan ketakutan atau hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Memiliki Menara Pengawas

Bangunan ini berbentuk persegi yang mempunyai empat pengawas di setiap sudutnya. Dulu fungsi dari ke empat menara pengawas ini tentu saja sebagai tempat untuk mengamati pergerakan masyarakat terutama pemerintahan Jogjakarta. Tetapi saat ini menara pengawas ini menjadi spot yang menarik untuk menikmati senja dari balik ketinggian. Kedamaian akan terasa ketika sore tiba sambil mengamati hiruk pikuk kota Jogjakarta.

  1. Sebagai Tempat Acara-Acara Penting

Museum ini sering digunakan untuk mengadakan acara-acara penting. Seperti misalnya acara Festival Kesenian Yogyay atau seminar-seminar. Jika Anda ingin mengetahui acara ini lebih lanjut Anda bisa datang ketika acar festival diadakan.

Kegiatan Menarik di Vredeburg

Jika mengunjungi museum benteng Verdeburg bersama keluarga besar tentu Anda bisa melakukan kegiatan yang menarik di sini. Untuk menarik minat pengunjung, pemerintah Jogjakarta melakukan inovasi agar museum ini sering dikunjungi sebagai tempat wisata. Museum bersejarah ini semakin berinovasi untuk menarik minat pengunjung.

Di museum ini, para pengunjung bisa mengunduh aplikasi Artefak sebagai alat panduan saat berkunjung ke museum. Aplikasi ini bisa digunakan untuk menjelajahi diorama ke diorama lainnya. tetapi aplikasi ini hanya bisa di gunakan di diorama II dan III dengan keterangan hasil scan hanya pada scan yang berbarcode.

Koleksi Diorama Museum Benteng Vredeburg

Sebenarnya koleksi diorama di museum benteng Verdeburg ini jumlahnya ada 4, antara lain adalah:

Diorama I: mini drama yang berjumlah 11 yang menggambarkan peristiwa periode Pangeran Diponegoro sampai masa pendudukan Jepang di Yogyakarta.

Diorama II : mini drama yang berjumlah 19 dan menggambarkan peristiwa sejarah proklamasi kemerdekaan hingga dengan agresi militer Belanda.

Diorama III : mini drama dengan jumlah 18 yang menggambarkan peristiwa penjanjian Renville hingga pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat.

Diorama IV : mini drama dengan jumlah 7 yang menggambarkan peristiwa sejarah periode Negara Kesatuan Republik Indonesia hingga pada masa Orde baru.

Jelajah Malam

Kegiatan ini sungguh menarik untuk anak-anak muda yang datang berkunjung. Di sini biasanya ada kegiatan yang bernama “Jelajah Malam”. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk rasa nasionalisme dan juga jiwa patriotisme anak muda. Kegiatan ini dibatasi. Jika Anda berminat Anda bisa mendaftar pada instagram resmi Museum Verdeburg. Kegiatan ini berkonsep dengan membuat game dan berkelompok. Anda akan belajar sejarah bangsa dari museum ini dengan sensasi penerangan yang berkurang karena dilakukan pada malam hari. menarik bukan?

Layanan Publikasi

Di museum ini juga terdapat layanan publikasi yang tentunya bermanfaat sekali. Anda yang berjiwa seni wajib berkunjung ke museum ini. fasilitasnya berupa alat musik sebagai media berekspresi yang menyenangkan. Jika Anda tidak mahir memainkan Anda tetap bisa berkunjung ke layanan publikasi dengan menikmati pertunjukan seni musik yang di isi siswa-siswi Jogjakarta yang berkompeten di bidang musik.

Senam sehat

Museum Verdeburg tidak hanya hadir sebagai media edukasi saja tetapi juga merambah ranah kesehatan masyarakat. Di museum ini setiap hari Jumat pagi diadakan senam sehat. Biasanya senam sehat diikuti oleh semua staf museum. Senam pagi tentunya berguna bagi tubuh untuk menambah kebugaran dan kesehatan.

Spot Foto Bergaya Klasik

Ini yang biasanya paling disukai kalangan anak muda. Tidak lengkap rasanya jika memutuskan berwisata tanpa berfoto sebagai kenang-kenangan. Anda bisa berfoto dengan latar belakang bangunan tua khas Belanda.

Fasilitas

Fasilitas di museum benteng Verdeburg hampir sama dengan fasilitas wisata lainnya. di sini Anda akan mendapati fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari fasilitas yang di sediakan di dalam museum sampai fasilitas lainnya. Fasilitas memang dibuat untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Selain fasilitas d dalam seperti ruang audio visual dan ruang belajar kelompok, film, diorama Anda juga akan mudah menemukan mushala atau rest area seperti ruang tamu yang bersih dan tertata. Hal lainnya adalah toliet yang bersih, kantin, hingga cafe. Keberadaan museum yang terletak di pusat kota juga memudahkan pengunjung jika ingin mengunjungi tempat lainnya.

Tidak lupa bagi Anda yang hobi dengan koleksi buku Anda bisa mengunjungi perpustakaan yang ada di museum dengan hotspot gratis. Karena museum ini menjadi tempat yang sering digunakan untuk rapat tentunya terdapat fasilitas ruang rapat, diskusi, ruang pelatihan hingga ruang pertunjukan. Benar-benar tempat wisata yang nyaman, murah dan menyenangkan serta bisa memuaskan Anda dengan melakukan berbagai aktivitas. Jadi jangan lewatkan akhir pekan Anda hanya berdiam diri di rumah sehingga wawasan Anda kurang berkembang.

Harga Tiket Masuk

Museum Verdeburg memasang tiket masuk sebesar Rp 2.000, – saja untuk anak-anak dan untuk dewasa hanya Rp 3000, -. Tetapi untuk wisatawan mancanegara dipatok dengan harga tiket sebesar Rp. 10.000. harga tiket kunjungan bisa dikatakan sangat murah. Apalagi jika Anda datang berombongan, biasanya pengelola akan memberikan diskon bila Anda membawa rombongan lebih dari 20 orang.

Hari berkunjung untuk museum ini dimulai hari Selasa sampai Minggu. Dengan jam buka yaitu hari Selasa-Kamis pukul 07:30 – 16:00 WIB sedangkan hari Jum’at – Minggu pukul 07:30 – 16:30 WIB. Hari libur Nasional tetap buka tetapi pastikan jangan berkunjung pada hari Senin atau Idul Fitri/Adha jika tidak ingin kecewa karena hari tersebut museum tutup.


Beberapa Spot yang Menarik di Malioboro Yogyakarta

Category : Wisata Kota Jogja

Tentunya jika Anda mengunjungi Yogyakarta, salah satu tempat yang paling diingat dan selalu ingin dikunjungi oleh para wisatanya yaitu adalah Malioboro. Tempat ini sangat memberikan magnet trsendiri untuk wisatawan domestik maupun luar negeri. Nah, jika Anda sudah menyusun agenda untuk berpergian ke Yogyakarta, ada beberapa hal menarik yang tentunya akan dibahas disini. Yaitu, mulai dari lokasi spot menarik,  belanja kuliner yang seru, dan beberapa hal lain yang tentunya bisa Anda lakukan disni

“Read More”

Jangan Lewatkan Keraton Jogja jika Tidak ingin Menyesal

Kota Yogjakarta memang tidak hanya terkenal dengan kota pelajar tetapi juga tentang kebudayaannya. Sejak dulu masyarakat jawa termasuk juga Jogjakarta selalu menjunjung tinggi budaya. Banyak sekali tempat wisata bertema budaya yang terdapat di Jogjakarta. Jika Anda sudah pernah menjelajahi hampir sebagian destinasi budaya jangan lupa untung berkunjung ke sentral budaya yang ada di Jogjakarta. Apa itu? Tidak lain adalah Keraton Jogjakarta.

Keraton Jogjakarta adalah satu dari puluhan tempat wisata yang wajib dikunjungi. Jika di Inggris ada istana Buckingham yang bisa dikunjungi warga Inggris. Di Indonesia juga ada Keraton Jogjakarta yang selain sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya juga dibuka untuk umum sebagai tempat wisata.

Lokasi dan Sejarah

Keraton Jogjakarta berlokasi di pusat kota tepatnya berada di Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton, Provinsi DIY. Jika dari jalan Malioboro wisatawan hanya menempuh lebih kurang sekitar 50 meter dari Alun-Alun Lor. Keraton berada di sebelah selatannya. Jadi cukup mudah jarak yang ditempuh karena berada pada pusat kota dan juga dekat dengan destinasi wisata sejarah lainnya seperti Museum Benteng Verdeburg.

Jika berbicara tentang sejarah, sejarah Keraton sendiri di dirikan oleh Sultan Hamengku Buwono tahun 1755 setelah perjanjian Giyanti. Keraton ini difungsikan sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarga. Walaupun kesultanan secara resmi menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950 tetapi, sampai sekarang pun penerus tahta Sultan Hamengku Buwono ke I dan keluarga masih tinggal disana.

Dahulu ada beberapa versi tentang asal mula wilayah Kraton Jogjakarta. Ada yang menyebut bahwa awalnya keraton adalah tempat pesanggrahan yang digunakan untuk istirahat iring-iringan istri-istri raja Mataram. Versi lain menyebutkan bahwa keraton dahulu adalah Umbul Pacethokan yang ada di tengah hutan beringin.

Spot Menarik di Keraton Jogja

Inilah spot menarik di Keraton Yogyakarta, antara lain:

Keraton Jogyakarta

Walaupun ditinggali Sultan dan keluarga serta sekaligus dibuka untuk umum sebenarnya Keraton Jogjakarta terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah bagian keraton yang boleh dikunjungi oleh orang luar yakni para wisatawan.

Sementara itu, bagian kedua adalah bagian keraton  yang ditempati keluarga kerajaan. Wisatawan yang berkunjung ke keraton akan disuguhkan dengan adanya lambang Kasultanan yang disebut Praja Cihna. Praja Cina digunakan untuk setiap hiasan bangunan yang ada di keraton, selain itu Praja Cina juga digunakan untuk kop resmi kerajaan dan simbol untuk medali jika ada suatu penghargaan dari kesultanan Jogjakarta.

Jajaran Abdi Dalem dengan Seragam Prajurit

Selain sejarah yang sarat dengan nilai budaya yang tinggi di keraton Anda akan menemukan spot unik yang hanya ditemukan di Kerajaan-kerjaan. Anda akan melihat jajaran abdi dalem yang berbaris guna berjaga dengan seragam lengkap. Jika Anda ingin mengabadikan diri dengan berfoto para prajurit akan siap melayani berfoto dengan ramah.

Pameran Benda-Benda Kuno

Inti dari berwisata ke Keraton Jogjakarta adalah menikmati koleksi benda-benda kuno peninggalan raja-raja terdahulu atau pun koleksi benda yang mempunyai nilai budaya tinggi. Anda bisa melalui Bangsal Pagelaran terlebih dahulu jika ingin melihat koleksi yang lebih lengkap. Di Bangsal Pegelaran ini Anda akan disambut dengan koleksi pakaian kerajaan mulai dari pakaian Raja, Keluarga Kerajaan, Prajurit hingga Abdi dalem.

Selanjutnya, Anda bisa memasuki Bangsal Sitihinggil yaitu tempat singgasana Sultan Hamengku Buwono menghadiri acara-acara resmi kerajaan. Tidak jauh dari itu Anda bisa melihat film dokumenter tentang Joghjakarta sehingga pengetahuan tentang sejarah kerajaan akan meningkat.

Wisata selanjutnya adalah memasuki Regol Srimanganti. Di sini terdapat Bangsal Panconiti yang biasanya tempat mengadakan kesenian seperti Tari Wayang Wong dan Wayang Kulit. Setelah itu jangan lupa Anda melewatkan Bangsal paling dianggap sakral yaitu Bangsal Kencana. Di sini Anda bisa melihat koleksi Batik, Keris, Pusaka-pusaka kuno. Dari bangsal yang sudah semua dikunjungi ada satu bangsal baru yang dedikasikan untuk mengenang Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan beberapa koleksi peninggalan beliau.

Kegiatan Menarik di Keraton Jogja

Dengan luas wilayah keraton yang cukup luas tentunya membuat wisatawan mempunyai pengalaman seru dan tidak membosankan. Apalagi beberapa tempat selalu mengandung rasa penasaran. Pohon-pohon besar dan tua yang tertanam di beberapa titik membuat para wisatawan tambah betah untuk berada lama-lama di keraton. Wisata bersama keluarga atau teman-teman tentu bisa menjadi kegiatan menarik yang bisa dilakukan. Nah, apa saja kegiatan menarik di Keraton Jogjakarta yang bisa Anda lakukan? Berikut ulasannya.

Tradisi Grebek

Pada saat Hari Raya Idul Adha tiba, di keraton Jogjakarta diadakan tradisi Grebek. Tradisi ini merupakan tradisi yang dijalankan sebagai simbol sedekah Raja kepada rakyatnya. Tradisi ini bisa disaksikan pengunjung dengan melihat para prajurit mengeluarkan tujuh pareden (gunungan) hasil bumi. Kelima pareden (gunungan) diarak ke Masjid Gedhe Kauman, sedangkan dua sisanya menuju Kepatihan dan Puro Pakualaman. Yang unik adalah dalam iringan sedekah bumi ini ada seekor gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka yang ikut serta dalam rombongan. Biasanya tradisi Grebek bisa Anda lihat sekitar pukul 10.00 WIB.

Menikmati Wayang Golek dan Musik Gamelan

Anda penyuka kesenian jawa? Jangan lewatkan menikmati alunan musik gamelan di Keraton. Anda bisa datang setiap sabtu atau minggu. Selain itu wayang wong dan wayang golek juga bisa Anda nikmati di Keraton. Tentu akan menjadi pengalaman yang seru ketika Anda bisa melihat seni wayang yang mengangkat cerita-cerita yang menarik.

Melihat Acara Nyebar Udhik-Udhik

Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan di Keraton Jogjakarta adalah acara “nyebar udhik-udhik”. Nyebar udhik-udhik adlah tradisi menyebar koin kepada masyarakat. Tradisi ini terjadi ketika malam Maulid sesuai penanggalan Jawa. Tradisi ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Jogjakarta khususnya. Udhik-udhik yang disebar berbentuk koin dengan campuran beras kuning dan bunga. Walaupun udhik-udhik yang didapatkan tidak seberapa, namun masyarakat percaya koin mengandung berkah karena sudah didoakan Sultan.

Melihat Acara Lomba Jemparingan

Tada yang menarik kegiatan setiap hari Selasa Wage di Keraton. Anda yang berwisata tepat hari itu akan bisa melihat pertunjukan lomba olahraga memanah. Para pemanah juga diwajibkan memakai busana tradisional Jawa. Peraturan lainnya yaitu lomba panahan yang dipakai adalah panahan gaya Mataram dengan memanah sambil duduk. Para pengunjung dapat menyaksikan secara langsung lomba panahan di lapangan Kemandungan Kidul.

Berfoto

Mengabadikan moment saat berwisata menjadi hal yang lumrah. Apalagi berwisata ke Keraton yang mempunyai historis tinggi. Anda bisa mengabadikan setiap moment berlatar belakang bangsal kerajaan ataupun tempat-tempat menarik di kerajaan.

Fasilitas

Untuk yang berniat mengunjungi Keraton Jogjakarta Anda tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang ada. Keraton Yogyakarta memiliki fasilitas-fasilitas yang lengkap bagi para wisatawan. Tempat Parkir yang luas, tempat ibadah pengunjung muslim, toilet, rest area. Selain itu, Keraton Jogjakarta yang berada di pusat kota tentu dekat dengan penginapan-penginapan dengan harga yang terjangkau.

Jika Anda ingin bersantap menu khas Jogjakarta jangan risau karena di sekitar Keraton banyak sekali terdapat restaurant maupun pegangan makanan kecil yang berjejer dengan menu beragam. Untuk oleh-oleh Anda pun siap dimanjakan dengan deretan toko cinderamata khas Jogjakarta yang banyak terdapat di sekitar Keraton.

Harga Tiket Masuk

Jika beranggapan berwisata ke tempat tinggal Raja Jogjakarta adalah mahal tentu Anda salah. Harga tiket untuk bisa masuk ke Keraton terbilang cukup murah. Hanya Rp 7000, – untuk dewasa dan anak-anak. Sementara itu, untuk wisatawan asing dikenai harga tiket Rp 15.000, -. Pembelian tiket masuk Keraton Yogyakarta dilakukan di dua arah. Yang pertama, di depan Alun-alun Utara atau yang biasa disebut Tepas Keprajuritan. Kedua, bisa melewati pintu utama yang disebut Tepas Pariwisata.