Jangan Lewatkan Keraton Jogja jika Tidak ingin Menyesal

Jangan Lewatkan Keraton Jogja jika Tidak ingin Menyesal

Kota Yogjakarta memang tidak hanya terkenal dengan kota pelajar tetapi juga tentang kebudayaannya. Sejak dulu masyarakat jawa termasuk juga Jogjakarta selalu menjunjung tinggi budaya. Banyak sekali tempat wisata bertema budaya yang terdapat di Jogjakarta. Jika Anda sudah pernah menjelajahi hampir sebagian destinasi budaya jangan lupa untung berkunjung ke sentral budaya yang ada di Jogjakarta. Apa itu? Tidak lain adalah Keraton Jogjakarta.

Keraton Jogjakarta adalah satu dari puluhan tempat wisata yang wajib dikunjungi. Jika di Inggris ada istana Buckingham yang bisa dikunjungi warga Inggris. Di Indonesia juga ada Keraton Jogjakarta yang selain sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarganya juga dibuka untuk umum sebagai tempat wisata.

Lokasi dan Sejarah

Keraton Jogjakarta berlokasi di pusat kota tepatnya berada di Jalan Rotowijayan Blok No. 1, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Keraton, Provinsi DIY. Jika dari jalan Malioboro wisatawan hanya menempuh lebih kurang sekitar 50 meter dari Alun-Alun Lor. Keraton berada di sebelah selatannya. Jadi cukup mudah jarak yang ditempuh karena berada pada pusat kota dan juga dekat dengan destinasi wisata sejarah lainnya seperti Museum Benteng Verdeburg.

Jika berbicara tentang sejarah, sejarah Keraton sendiri di dirikan oleh Sultan Hamengku Buwono tahun 1755 setelah perjanjian Giyanti. Keraton ini difungsikan sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarga. Walaupun kesultanan secara resmi menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950 tetapi, sampai sekarang pun penerus tahta Sultan Hamengku Buwono ke I dan keluarga masih tinggal disana.

Dahulu ada beberapa versi tentang asal mula wilayah Kraton Jogjakarta. Ada yang menyebut bahwa awalnya keraton adalah tempat pesanggrahan yang digunakan untuk istirahat iring-iringan istri-istri raja Mataram. Versi lain menyebutkan bahwa keraton dahulu adalah Umbul Pacethokan yang ada di tengah hutan beringin.

Spot Menarik di Keraton Jogja

Inilah spot menarik di Keraton Yogyakarta, antara lain:

Keraton Jogyakarta

Walaupun ditinggali Sultan dan keluarga serta sekaligus dibuka untuk umum sebenarnya Keraton Jogjakarta terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah bagian keraton yang boleh dikunjungi oleh orang luar yakni para wisatawan.

Sementara itu, bagian kedua adalah bagian keraton  yang ditempati keluarga kerajaan. Wisatawan yang berkunjung ke keraton akan disuguhkan dengan adanya lambang Kasultanan yang disebut Praja Cihna. Praja Cina digunakan untuk setiap hiasan bangunan yang ada di keraton, selain itu Praja Cina juga digunakan untuk kop resmi kerajaan dan simbol untuk medali jika ada suatu penghargaan dari kesultanan Jogjakarta.

Jajaran Abdi Dalem dengan Seragam Prajurit

Selain sejarah yang sarat dengan nilai budaya yang tinggi di keraton Anda akan menemukan spot unik yang hanya ditemukan di Kerajaan-kerjaan. Anda akan melihat jajaran abdi dalem yang berbaris guna berjaga dengan seragam lengkap. Jika Anda ingin mengabadikan diri dengan berfoto para prajurit akan siap melayani berfoto dengan ramah.

Pameran Benda-Benda Kuno

Inti dari berwisata ke Keraton Jogjakarta adalah menikmati koleksi benda-benda kuno peninggalan raja-raja terdahulu atau pun koleksi benda yang mempunyai nilai budaya tinggi. Anda bisa melalui Bangsal Pagelaran terlebih dahulu jika ingin melihat koleksi yang lebih lengkap. Di Bangsal Pegelaran ini Anda akan disambut dengan koleksi pakaian kerajaan mulai dari pakaian Raja, Keluarga Kerajaan, Prajurit hingga Abdi dalem.

Selanjutnya, Anda bisa memasuki Bangsal Sitihinggil yaitu tempat singgasana Sultan Hamengku Buwono menghadiri acara-acara resmi kerajaan. Tidak jauh dari itu Anda bisa melihat film dokumenter tentang Joghjakarta sehingga pengetahuan tentang sejarah kerajaan akan meningkat.

Wisata selanjutnya adalah memasuki Regol Srimanganti. Di sini terdapat Bangsal Panconiti yang biasanya tempat mengadakan kesenian seperti Tari Wayang Wong dan Wayang Kulit. Setelah itu jangan lupa Anda melewatkan Bangsal paling dianggap sakral yaitu Bangsal Kencana. Di sini Anda bisa melihat koleksi Batik, Keris, Pusaka-pusaka kuno. Dari bangsal yang sudah semua dikunjungi ada satu bangsal baru yang dedikasikan untuk mengenang Sri Sultan Hamengku Buwono IX dengan beberapa koleksi peninggalan beliau.

Kegiatan Menarik di Keraton Jogja

Dengan luas wilayah keraton yang cukup luas tentunya membuat wisatawan mempunyai pengalaman seru dan tidak membosankan. Apalagi beberapa tempat selalu mengandung rasa penasaran. Pohon-pohon besar dan tua yang tertanam di beberapa titik membuat para wisatawan tambah betah untuk berada lama-lama di keraton. Wisata bersama keluarga atau teman-teman tentu bisa menjadi kegiatan menarik yang bisa dilakukan. Nah, apa saja kegiatan menarik di Keraton Jogjakarta yang bisa Anda lakukan? Berikut ulasannya.

Tradisi Grebek

Pada saat Hari Raya Idul Adha tiba, di keraton Jogjakarta diadakan tradisi Grebek. Tradisi ini merupakan tradisi yang dijalankan sebagai simbol sedekah Raja kepada rakyatnya. Tradisi ini bisa disaksikan pengunjung dengan melihat para prajurit mengeluarkan tujuh pareden (gunungan) hasil bumi. Kelima pareden (gunungan) diarak ke Masjid Gedhe Kauman, sedangkan dua sisanya menuju Kepatihan dan Puro Pakualaman. Yang unik adalah dalam iringan sedekah bumi ini ada seekor gajah dari Kebun Binatang Gembira Loka yang ikut serta dalam rombongan. Biasanya tradisi Grebek bisa Anda lihat sekitar pukul 10.00 WIB.

Menikmati Wayang Golek dan Musik Gamelan

Anda penyuka kesenian jawa? Jangan lewatkan menikmati alunan musik gamelan di Keraton. Anda bisa datang setiap sabtu atau minggu. Selain itu wayang wong dan wayang golek juga bisa Anda nikmati di Keraton. Tentu akan menjadi pengalaman yang seru ketika Anda bisa melihat seni wayang yang mengangkat cerita-cerita yang menarik.

Melihat Acara Nyebar Udhik-Udhik

Salah satu tradisi yang tetap dipertahankan di Keraton Jogjakarta adalah acara “nyebar udhik-udhik”. Nyebar udhik-udhik adlah tradisi menyebar koin kepada masyarakat. Tradisi ini terjadi ketika malam Maulid sesuai penanggalan Jawa. Tradisi ini bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Jogjakarta khususnya. Udhik-udhik yang disebar berbentuk koin dengan campuran beras kuning dan bunga. Walaupun udhik-udhik yang didapatkan tidak seberapa, namun masyarakat percaya koin mengandung berkah karena sudah didoakan Sultan.

Melihat Acara Lomba Jemparingan

Tada yang menarik kegiatan setiap hari Selasa Wage di Keraton. Anda yang berwisata tepat hari itu akan bisa melihat pertunjukan lomba olahraga memanah. Para pemanah juga diwajibkan memakai busana tradisional Jawa. Peraturan lainnya yaitu lomba panahan yang dipakai adalah panahan gaya Mataram dengan memanah sambil duduk. Para pengunjung dapat menyaksikan secara langsung lomba panahan di lapangan Kemandungan Kidul.

Berfoto

Mengabadikan moment saat berwisata menjadi hal yang lumrah. Apalagi berwisata ke Keraton yang mempunyai historis tinggi. Anda bisa mengabadikan setiap moment berlatar belakang bangsal kerajaan ataupun tempat-tempat menarik di kerajaan.

Fasilitas

Untuk yang berniat mengunjungi Keraton Jogjakarta Anda tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang ada. Keraton Yogyakarta memiliki fasilitas-fasilitas yang lengkap bagi para wisatawan. Tempat Parkir yang luas, tempat ibadah pengunjung muslim, toilet, rest area. Selain itu, Keraton Jogjakarta yang berada di pusat kota tentu dekat dengan penginapan-penginapan dengan harga yang terjangkau.

Jika Anda ingin bersantap menu khas Jogjakarta jangan risau karena di sekitar Keraton banyak sekali terdapat restaurant maupun pegangan makanan kecil yang berjejer dengan menu beragam. Untuk oleh-oleh Anda pun siap dimanjakan dengan deretan toko cinderamata khas Jogjakarta yang banyak terdapat di sekitar Keraton.

Harga Tiket Masuk

Jika beranggapan berwisata ke tempat tinggal Raja Jogjakarta adalah mahal tentu Anda salah. Harga tiket untuk bisa masuk ke Keraton terbilang cukup murah. Hanya Rp 7000, – untuk dewasa dan anak-anak. Sementara itu, untuk wisatawan asing dikenai harga tiket Rp 15.000, -. Pembelian tiket masuk Keraton Yogyakarta dilakukan di dua arah. Yang pertama, di depan Alun-alun Utara atau yang biasa disebut Tepas Keprajuritan. Kedua, bisa melewati pintu utama yang disebut Tepas Pariwisata.

 

 


Leave a Reply