Pantai Siung, Pemandangan Exotis dengan Kegiatan Panjat Tebing

Pantai Siung, Pemandangan Exotis dengan Kegiatan Panjat Tebing

Salah satu pantai yang menyimpan potensi alam yang luar biasa adalah Pantai Siung. Pantai ini terletak di Kecamatan Tepus berjarak 100 km dari kota Yogyakarta menawarkan atraksi wisata panjat tebing yang menantang dipadu pesona pemandangan laut yang menarik.

Kegiatan Panjat Tebing di Pantai Siung

Di kawasan panjat tebing tersebut terdapat sekitar 250 jalur untuk pemanjatan dengan tingkat kesulitan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sehingga banyak orang menyebut pantai Siung ini sebagai The best rock climbing site ini Yogyakarta. Anda juga bisa naik ke deretan tebing  yang megah berdiri di sebelah barat pantai ini. Dari ketinggian tebing tesebut anda dapat melihat pantai Siung secara utuh keseluruhan yang sangat menakjubkan.Banyak para pemanjat dari dalam maupun luar negeri berkunjung ke tempat ini untuk mencoba menaklukkan tebing yang menantang disini.

Diantara tebing tersebut terdapat tanah lapang yang bisa digunakan untuk  berkemah atau Ground Camp  dan menyalakan api unggun. Tidak jauh dari ground camp berdiri rumah panggung kayu yang bisa dimanfaatkan untuk base camp atau bermalam sebuah pilihan selain mendirikan tenda di tempat ini. Ukuran base camp tersebut cukup untuk 15 orang. Anda dapat menyewa tempat tersebut dari warga setempat untuk bermalam di base camp sambil menikmati suasana malam di pantai Siung ini. Saat malam tiba dan suasana mulai sepi, kalau beruntung anda akan dapat melihat sekelompok kera ekor panjang turun dari puncak tebing menuju pantai. Kera yang habitatnya makin langka ditempat ini masih dapat bisa kita jumpai pada malam hari. Keberadaan kera ini mungkin suatu alasan mengapa bentuk dari batu karang tersebut adalah gigi kera dan bukan gigi binatang lain.

Pantai ini cukup luas untuk melakukan berbagai macam aktivitas, mulai dari bermain pasir dan ombak, memancing dan bermain voli pantai. Kondisi pantai ini tidak terlalu ramai dan cenderung sepi sehingga sangat nyaman dan tenang untuk berlibur.

Pemandangan Asal Usul Penamaan Pantai Siung

Salah satu pesona yang menonjol dari pantai ini adalah batu karanganya yang berukuran raksasa di sebelah timur dan barat memiliki peran yang penting, selain untuk memperindah dan pembatas dengan pantai lain, karang tersebut menjadi dasar penamaan pantai ini. Batu karang tersebut terletak agak menjorok ke laut dan menurut seorang sesepuh di tempat ini yang bernama Wastoyo, penamaan pantai ini diambil dari bentuk batu tersebut yang menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga sekarang batu tersebut masih dapat dinikmati keindahannya berpadu dengan gempuran ombak yang selalu menerpanya menyajikan pemandangan yang dramastis. Karang berbentuk siung tersebut hingga kini masih tahan dengan gerusan ombak dan menjadi saksi kejayaan wilayah Siung pada masa lalu.

Menurut cerita sesepuh tersebut, wilayah Siung pada masa para wali menjadi pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul. Tidak jauh dari pantai ini tepatnya di wilayah Winangun berdiri sebuah pasar. Ditempat tersebut berdiam Nyai Kami dan Nyai Podi, istri abdi dalem Keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Sebagian besar warga Siung pada waktu itu berprofesi sebagai petani garam walaupun tempat tersebut banyak terdapat jenis ikan tapi warga tidak banyak yang berani melaut saat itu. Garam yang dihasilkan warga Siung ini menjadi barang dagangan utama di pasar Winangun tersebut. Masih menurut sesepuh tersebut, pasar berangsur sepi karena pasar Winangun tersebut dipindahkan ke Yogyakarta yang konon sekarang bernama Jowinangun. Singkatan dari Jobo Winangun atau luar wilayah Winangun.

Ditengah masa sepi waktu itu keindahan batu karang tersebut mulai berperan karena sekitar tahun 1989 pantai ini kedatangan group pecinta alam dari Jepang untuk memanfaatkan tebing tesebut sebagai arena panjat tebing.Selanjutnya untuk menpercepat berkembangnya obyek wisata dipantai ini terutama untuk panjat tebing, Pemda DIY pada tahun 2005 meresmikan kawasan minat khusus panjat tebing di tempat ini, para wisatawan mulai berdatangan untuk melihat keindahan pantai ini.

Selanjutnya pantai siung ini mulai berbenah dan semakin terkenal setelah tempat ini digunakan untuk lokasi
Asean Climbing Gathering 2005 yang diikuti oleh 250 peserta pemanjat dari 6 negara       ( Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Perancis dan Jerman )Pantai Siung ini semakin banyak dikunjungi wisatawan terutama pada saat liburan dan akhir pekan. Komunitas MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam) dari berbagai kampus dan FPTI ( Forum Pemanjat Tebing Indonesia ) sering menggunakan tempat ini untuk melaksanakan diklat maupun latihan pada hari sabtu dan minggu.

Lokasi dan Transportasi

Terletak di Dusun Wates, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.AksesBagi anda yang menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakan jalur perjalanan : Yogyakarta– Wonosari – Tepus – Purwodadi – SiungSedangkan bila anda menggunakan angkutan umum : Mulai dari terminal Giwangan mencari bus jurusan Jogja-Wonosari, setelah sampai di Wonosari ganti angkutan jalur Wonosari-Tepus. Dari terminal Tepus anda hanya bisa menggunakan jasa ojek sewaan.


Leave a Reply